Taman Bacaan Masyarakat Kai Cantigi adalah komunitas kecil non profit yang berkonsentrasi dalam 4 bidang utama yaitu Pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan ekonomi kerakyatan. Kami tidak berafiliasi dengan partai politik, agama, ras atau keyakinan tertentu. Kami bekerja dengan harapan semua program kecil kami bisa memiliki efek ganda yang berkelanjutan. Kami sudah mulai melakukan kegiatan di akhir tahun 2010. Bermula dari menyediakan beberapa buku di teras rumah sambil membantu anak–anak menyelesaikan PR. Semakin lama kegiatan kami mulai berkembang ke bidang lain di luar pendidikan. Taman Bacaan Masyarakat Kai Cantigi didirikan sebagai sarana untuk memberikan pelayanan perpustakaan pada umumnya dan khususnya memberikan sarana informasi seluas–luasnya untuk masyarakat di segala bidang kehidupan serta meningkatkan kesejahteraan melalui pembelajaran yang tersedia. Oleh sebab itu Taman Bacaan Kai Cantigi akan terus mengembangkan dan meningkatkan mutu dan kualitas guna memberikan pelayanan yang berdampak luas bagi masyarakat. Taman Bacaan Masyarakat Kai Cantigi  tidak hanya berfungsi sebatas sebagai tempat untuk menyimpan atau menumpuk buku-buku yang telah kuno dan usang. Lebih dari itu, harapan kami semua pengunjung dapat mememukan berbagai macam ilmu pengetahuan yang belum atau pun bahkan tidak diperoleh di bangku pendidikan formal.

Jalan yang kami lalui tentu tidak selalu mulus, banyak sekali lika-liku yang kami lalui selama menjadi volunteer di Kai Cantigi. Tidak semua masyarakat menerima kehadiran kami. Tetapi terlepas dari semua itu tentu saja masyarakat membutuhkan keberadaan kami yang bisa di katakan sebagai “zona netral” di balik keberagaman pola pikir dalam masyarakat. Karena kami hadir bukan sekedar menjadi penggiat literasi, tetapi banyak aspek kehidupan lain yang ingin kami wujudkan bersama di Kai Cantigi. Kami ingin masyarakat semakin membuka hati bahwa perpustakaan bisa menjadi jembatan untuk mewujudkan cita–cita, kebaikan dan kebahagiaan.

Kegiatan yang paling menginspirasi yang pernah kami lakukan yang pertama adalah saat kami membantu merenovasi “RUTILAHU” atau rumah tidak layak huni, milik seorang janda di kampung kami. Renovasi rumah Ibu Uun yang hampir roboh tersebut dapat kami lakukan berkat bantuan dari sahabat alumni ITENAS. Awalnya, bantuan tersebut untuk taman bacaan Kai Cantigi, tetapi karena sebelumnya kami mendapatkan bantuan dari sahabat 1001 buku melalui program DATSUN RAISING HOPE 2, jadi kami alihkan bantuan tersebut. Dari kegiatan tersebut kami belajar tentang pengendalian diri untuk tidak menjadi “serakah”, melalui kegiatan ini juga kami ingin membuka mata bahwa masih banyak sekali saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Jadi sebagai sebuah komunitas kami belajar untuk lebih peka. Banyak pula masyarakat yang ikut membantu merenovasi rumah Ibu Uun secara sukarela. Kami bahagia bisa menjadi jembatan untuk Ibu Uun. Selain itu kegiatan kami di bidang lingkungan hidup juga menjadi salah satu kegiatan yang kami harap bisa menginspirasi komunitas lain. Kami sudah melakukan konservasi hutan sejak tahun 2014. Kegiatan ini berupa reboisasi di kawan hutan lindung dan melakukan perawatan mata air di hutan secara rutin setiap bulan. Lewat kegiatan ini kami ingin mengajak semua kalangan agar semakin sadar untuk menjaga lingkungan. Satu lagi yang selalu membuat kami bahagia adalah kerelaan para volunteer di Kai Cantigi yang selalu bekerja sukarela tanpa lelah, mereka kebanyakan hanya lulusan SMP tapi dedikasi mereka sangat mengagumkan. Terbatasnya jenjang pendidikan tidak menghalangi mereka untuk memberikan manfaat bagi orang lain.