Buku bergambar merupakan jenis buku yang sangat dibutuhkan untuk menanamkan kecintaan atas aktivitas membaca sejak kecil. Sebetulnya ada apa saja ragamnya? Mari kita simak.

Baby Books (Buku untuk Bayi). Buku seperti ini dirancang agar simpel, menggunakan warna yang mencolok, dan menggunakan bahan yang tahan lama (kain, karton tebal, kayu dan sejenisnya). Detail pembuatan buku-buku seperti ini cukup penting, seperti penggunaan material yang tidak berbahaya, ujung yang bulat/tidak tajam, dapat dicuci, dan tidak ada komponen yang mudah terlepas. Kontennya harus mengakomodasi dialog antara bayi dan pengasuhnya.

Interactive Books (Buku Interaktif). Buku jenis ini ditujukan untuk menstimulasi anak secara verbal dan memancing partisipasi anak saat dibaca, seperti pertanyaan, perintah untuk mengulang sebuah kalimat, menirukan suara, menggerakkan objek, atau bahkan meminta anak untuk menyentuh permukaan buku.

Wordless Books (Buku Minim Kata). Buku-buku ini disajikan dengan urutan ilustrasi untuk menampilkan cerita. Buku ini tidak, atau sedikit sekali, menampilkan tulisan; dan ditujukan terutama untuk usia anak sebelum dapat membaca, yaitu 4-6 tahun. Anak-anak dapat menggunakan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa verbal dan bercerita, memahami bagaimana membolak-balik buku dari awal hingga akhir sesuai urutan cerita, dan yang paling penting memahami bahwa mereka bisa menginterpretasikan cerita, bukan hanya yang diceritakan, tetapi tergantung pada mereka sendiri.

Movable Books. Secara umum, buku yang memiliki ilustrasi tiga dimensi (seperti popup books), dapat digerakkan, diubah, ditarik, dan bentuk-bentuk lain akan sangat menarik bagi kebanyakan anak-anak usia muda. Pengerjaannya sangat memakan waktu, namun akan menarik antusiasme anak-anak (dan bahkan orang dewasa( untuk menyukai aktivitas membaca.

Concept Books. Cukup banyak orang Indonesia yang menganggap bahwa buku hanya digunakan sebagai sumber ilmu, sehingga buku-buku anak yang bertujuan agar anak dapat membaca dan berhitung menjadi sangat populer, bahkan bagi anak-anak usia dini/taman kanak-kanak. Buku alfabet tersedia untuk mengajarkan huruf-huruf kepada anak, baik secara langsung maupun dengan berbagai trik kreatif seperti permainan kata sambil mengajarkan kosa kata baru bagi anak, cara pengucapan dengan suara/musik, dll.

Picture Storybooks. Buku cerita bergambar sangat digemari oleh anak. Di usia awal membaca, yaitu usia 5-7 tahun, buku-buku jenis ini akan membantu anak untuk memahami cerita dan membaca kata yang sulit baginya. Pengasuh dapat membaca nyaring (read aloud) sehingga kata-kata sulit dapat ditangkap oleh anak. Porsi teks biasanya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan gambarnya. Saat anak beranjak dewasa, seharusnya picture storybooks tidak lagi ditampilkan untuk anak. Anak perlu diberikan tantangan membaca yang lebih, dan tidak lagi tergantung pada gambar untuk memahami makna cerita.

Graphic Novels (Komik). Tak pelak lagi, komik merupakan jenis buku yang populer di tanah air. Tiap percakapan biasanya ditunjukkan dengan dengan kotak percakapan, dengan teks yang menceritakan ilustrasi yang ditampilkan. Komik dapat menarik perhatian anak dengan ekspresi kejenakaannya dan membantu anak untuk membayangkan detail dari sebuah cerita. Perlu diwaspadai bahwa industri komik bukan hanya ditujukan bagi anak-anak; pengelola taman baca perlu melihat isi sebuah komik sebelum mengkategorikannya sebagai buku anak.

Transitional Books. Jenis buku ini adalah buku transisi untuk anak-anak yang baru belajar membaca namun belum lancar. Buku ini tidak bisa disebut sebagai buku bergambar, namun juga belum seperti buku novel penuh tak bergambar. Ilustrasi akan tampil sesekali, terutama untuk membantu pemahaman di daerah-daerah yang sulit. Buku-buku seperti ini biasanya dirancang secara teliti untuk menyeimbangkan antara cerita yang berkualitas dan mulai kompleks, kesulitan membaca, dan gambar seperti apa yang sebaiknya ditampilkan tanpa merusak imajinasi anak.

 

Buku bergambar yang berkualitas saat ini semakin banyak dan beragam. Namun, pengelola taman baca perlu jeli untuk melihat buku yang tepat sesuai dengan perkembangan anak.

Selain itu, meski buku bergambar adalah buku yang sangat bermanfaat untuk mengantarkan anak-anak usia mula untuk mudah dan senang membaca, hasil temuan 1001buku menunjukkan cukup banyak anak-anak di taman baca yang lebih besar masih belum terbiasa dan tidak percaya diri untuk membaca buku-buku yang tidak lagi bergambar. Pengelola taman baca sebaiknya memiliki program untuk menstimulasi kemampuan dan kepercayaan diri anak usia yang lebih tinggi untuk membaca buku-buku yang lebih kompleks, sedikit demi sedikit membuat anak dapat berimajinasi atas buku yang dibacanya tanpa bantuan ilustrasi, dan memiliki konsentrasi baca yang lebih panjang atas teks non ilustratif.

 

Sumber:

Lynch-Brown & Tomlinson, “Essentials of Children Literature”, 2008.

Background vector created by Brgfx – Freepik.com