Sering terjadi, pengelola taman baca mengalami kesulitan dalam mengajak anak membaca. Salah satu penyebabnya adalah, buku yang ditawarkan tidak sesuai dengan perkembangannya, sehingga buku tersebut sekedar tidak menarik; atau, si anak menganggap buku itu terlalu sulit, atau sebaliknya, kurang menantang.

Di sisi lain, banyak sekali pengelola taman baca dan pengajar anak usia dini memaksakan anak untuk membaca sedini mungkin. Dalam jangka panjang, paksaan untuk membaca sebelum waktunya justru menyurutkan gairah membaca anak dan membuat aktivitas membaca sebagai kegiatan yang tidak menyenangkan.

Untuk itu, mari kita meninjau kembali perkembangan anak, dan bagaimana kita bisa mengiringinya dengan kegiatan literasi yang tepat.

Usia 0-2 tahun: Di usia ini, ajak anak untuk mengenali kegiatan membaca di sekitarnya dengan alunan cerita yang membuat dia merasakan kedekatan dengan keluarganya. Secara tidak langsung, kegiatan ini mengajak anak untuk mengenali kata-kata sederhana. Perulangan kata-kata dapat dilakukan, dengan pola yang secara jelas ditampilkan dengan ilustrasi berwarna yang ditonjolkan untuk kata benda yang ingin diperkenalkan. Buku-buku interaktif sederhana akan sangat membantu sehingga partisipasi anak terjaga.

Usia 2-5 tahun: Di usia ini anak dapat mulai memilih bahan bacaan yang disukai. Anak-anak di usia ini umumnya sudah mulai mengenali bentuk tanda, logo, label dan sejenisnya. Tidak jarang anak-anak di usia ini sudah mulai mengenali huruf dan angka. Pada usia ini, ajak anak untuk memegang buku sendiri, mulai membuka buku, mendengarkan dan menceritakan kembali buku-buku sederhana. Sesekali, berikan kesempatan mereka untuk dapat mengenali huruf-huruf tertentu. Perkenalkan pula dengan kata-kata baru untuk menambah perbendaharaan kata mereka. Buku-buku dengan penuh ilustrasi dan warna akan membantu anak untuk terpikat. Beberapa anak mungkin akan berpura-pura membaca – ini perlambang positif bahwa dia telah mulai meniru perilaku sekelilingnya. Anda dapat sesekali membaca nyaring (read aloud). Pada rentang usia ini, anak cenderung memfokuskan pada dirinya dan usaha untuk dapat menunjukkan dirinya dapat melakukan sesuatu. Buku-buku yang mengajak mereka melakukan aktivitas fisik yang dapat dipamerkan (mengancingkan baju, berlari, mengikat tali sepatu) akan sangat menari.

Usia 5-7 tahun: Usia ini ditandai dengan meningkatnya kemandirian dan keingintahuan anak. Cerita tentang hubungan anak dengan anak lain, mulai sekolah, menghabiskan waktu di luar rumah, atau fakta-fakta unik akan menjadi favorit mereka. Ingat bahwa ilustrasi masih menjadi unsur penting bagi anak-anak usia ini. Anak-anak juga sudah mulai mengakuisisi kemampuan dasar membaca. Buku yang mudah dibaca dengan kata-kata yang sering digunakan, pola-pola membaca yang jelas, petunjuk ilustratif, dan terkadang bentuk rima akan dapat membuat teks bacaan menjadi lebih mudah dan menyenangkan bagi anak. Jika anda membaca bersama anak, sesekali tunjuklah kata yang sedang anda baca dengan kecepatan yang rendah, sehingga anak dapat mulai mengikutinya. Buat anak mengenali tulisan beberapa kata yang akan sering ditemui. Mulailah membuat anak mengenali suku-suku kata. Anak-anak usia ini biasanya sudah mulai bisa membaca mandiri selama 5-10 menit. Jangan lupa mendiskusikan secara ringan apa yang telah mereka baca, sehingga mereka selalu bersemangat untuk membaca.

Usia 7-9 tahun: Di usia ini, anak anak sudah menjadi pembaca, dapat mengerti dan menerima perspektif orang lain, mengenali baik dan buruk serta mengenali apakah sebuah cerita terjadi di saat ini atau lampau. Anak-anak dapat pula mengerti genre; mampu mengerti apakah sebuah cerita adalah semata-mata khayalan ataukah mungkin terjadi. Pastikan mereka mendapatkan bahan bacaan yang sesuai dengan usia mereka, karena mereka telah mulai menyerap pengaruh-pengaruh di dalam buku. Mereka juga dapat mulai membaca nyaring dengan intonasi yang tepat, karena telah mengenali tanda-tanda baca. Di usia ini, anak-anak sudah dapat diajak mengerti konsep imbuhan dan struktur kebahasaan sederhana. Mereka sebaiknya mulai diberikan kesempatan mengenali strategi membaca mereka, dan diberikan tantangan baca. Anak-anak di usia ini akan sangat menyukai buku-buku petualangan, dengan tokoh anak seusia mereka di tengah-tengah lingkungan yang akrab bagi mereka.

Usia 9-12 tahun. Apa yang terjadi di usia ini? Kemampuan anak secara fisik dan mental berkembang dengan pesat. Anak akan siap mencerna plot cerita yang kompleks, seperti kilas balik (flashback), simbolik, dialek yang berbeda dari karya sastra zaman dahulu atau dari budaya lain. Fiksi sejarah ataupun fiksi ilmiah, setting waktu lampau maupun waktu masa depan dalam sebuah cerita, sudah dapat dimengerti dan dinikmati. Anak seharusnya sudah dapat memilih secara percaya diri genre yang disukai (tentu perlu anda bimbing!), dan dapat menggunakan diksi yang berbeda untuk genre yang berbeda. Mereka harusnya sudah mampu membaca nyaring dengan lancar, dengan ekspresi dan kepercayaan diri yang jauh lebih baik. Menariknya, anak-anak ini juga seharusnya sudah mampu membaca dalam hati selama 30-40 menit. Anak-anak usia ini juga seharusnya sudah dapat diajak menggunakan sumber-sumber yang beragam, mulai dari ensiklopedia, Internet, atau teks nonfiksi lain; mereka mampu untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Kenalkan anak-anak dengan bentuk klub baca, mendiskusikan buku-buku yang beragam dan menanggapi buku-buku yang dibaca baik secara lisan maupun tulisan. Buku-buku tentang pertumbuhan tokoh anak menjadi remaja dengan tantangannya, pengenalan sudut pandang yang berbeda dari sebuah cerita, karakter yang nontradisional, dilema moral dan sejenisnya akan menarik dan dapat dijadikan tantangan baca. Anak-anak usia ini seharusnya tidak lagi membutuhkan banyak gambar dalam buku dan memiliki kepercayaan diri membaca buku yang lebih sulit. Pengelola taman baca perlu membantu mereka memilih buku yang sesuai dengan usia mereka.

Nah, dengan mengenal perkembangan anak beserta buku yang umumnya dituliskan untuk anak-anak seusia mereka, seharusnya pengelola taman baca akan dengan lebih mudah memberikan tantangan baca: membaca menjadi petualangan yang menyenangkan.

 

Disarikan dari:

  • Lynch-Brown & Tomlison, “Essentials of Children’s Literature”, Pearson Education, 2005.
  • Hill, Bonnie Campbel, “Developmental Continuums”, Christopher-Gordon Publishers, 2001.

 

School vector created by Brgfx – Freepik.com