Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) MNCTV ke-28 diwarnai kegiatan membagikan ratusan buku bacaan anak di TBM Bina Karya, Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten.


Head of CSR MNC Group Tengku Havid Ridwansyah mengatakan, kegiatan membagi-bagikan buku bacaan anak di TMB Bina Karya ini merupakan bagian dari rangkaian HUT MNCTV yang ke-28.

“Buku yang disumbangkan ini merupakan bantuan yang diterima oleh MNC Peduli dari berbagai kalangan di masyarakat,” kata Tengku Havid kepada Koran SINDO di lokasi, Rabu (1/11/2017).

Kalangan masyarakat yang dimaksud, yakni para siswa dan sekolah, sejumlah penerbit, dan karyawan MNC Group. Dalam perhelatan tersebut, MNC Group menjalin kerja sama Komunitas 1001 Buku.

“Buku-buku itu juga akan disalurkan ke berbagai daerah terpencil di Indonesia, seperti daerah perbatasan NTT dan Timor Leste, Pulau Ende, Pekalongan, Sleman, dan di Sumatera Selatan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, dia berharap, MNC Group dapat berperan serta dalam meningkatkan minat baca, dan memenuhi kebutuhan baca masyarakat, terhadap bacaan buku-buku yang bermutu.

“Kami kerja sama dengan Komunitas 1001 Buku, karena komunitas ini memiliki jaringan yang sangat luas. Terutama di daerah-daerah yang sangat jauh, dan boleh dibilang sangat tertinggal,” terangnya.

Sementara itu, Ahmad Bahri, Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bina Karya, Kampung Pangarengan mengaku, sangat bersyukur dengan adanya bantuan sumbangan buku untuk TBM-nya.

“Kerja sama MNC Group dengan Komunitas 1001 buku ini sangat baik. Karena sangat mendukung kegiatan di sini. Jadi saya mengapresiasi langkah MNC Group dalam mendukung program kami,” jelasnya.

TBM Bina Karya dikelola secara mandiri dan kegiatan yang kerap dilakukannya lebih kepada pendidikan dan menumbukan minat baca anak dan masyarakat. Dalam tahun, pengunjung TBM bisa 1.000 orang.

“Kalau jumlah anaknya kami tidak pernah melakukan pendataan. Sebab di sini bebas mau membaca. Tapi dalam setahun, jumlah pengunjung yang membaca buku di TBM ini mencapai 1.000 orang,” katanya.

Meski demikian, diakuinya minat baca masyarakat maupun anak pada umumnya masih sangat rendah. Untuk itu, pihaknya kerap melakukan berbagai terobosan dalam pengelolaan TBM tersebut.

“Minat baca di sini masih sangat kurang, makanya saya sebagai penggiat selalu berpikir bagaimana caranya minat baca bisa dikuatkan. Baik dengan menambah buku bacaan dan kegiatan,” ungkapnya.

 

[Dikutip dari Sindonews edisi Rabu, 1 November 2017]