Hampir semua taman baca memiliki tujuan peningkatan minat baca di salah satu misi utamanya. Namun, sayang sekali bahwa cukup banyak taman baca yang akhirnya lalai dalam mengevaluasi keberhasilan misi yang satu ini. Bahkan, seringkali pula menjadi terpinggirkan karena mengikuti “selera pasar”.

Pendirian taman baca memang diawali dari berbagai macam situasi. Di satu situasi, di mana minat baca ditengarai sudah tinggi namun akses bacanya yang sangat rendah, biasanya pengelola hanya perlu untuk getol meningkatkan koleksi bukunya. Namun tidak demikian halnya dengan situasi lain, di mana minat baca masyarakat masih rendah. Berbagai macam upaya masih harus dilakukan oleh pelopor dan pengelola taman baca agar masyarakat sekedar tertarik untuk membaca.

Indikasi keberhasilan taman baca di awal-awal pendiriannya, yang paling mudah dilihat, adalah jumlah pengunjung. Mayoritas taman baca akhirnya secara sadar ataupun tidak berupaya meningkatkan pengunjung dengan berbagai macam aktivitas, baik yang secara langsung ataupun tidak langsung akan meningkatkan minat baca. Hanya saja, cukup banyak pengelola taman baca yang tidak jeli melakukan keterkaitan aktivitasnya dengan peningkatan minat baca.

Mari kita coba untuk mengevaluasi berbagai macam trik yang seharusnya ampuh meningkatkan minat baca, tetapi bisa menjadi bumerang jika tidak ditindaklanjuti dengan benar:

– Mengenalkan permainan di taman baca. Berbagai macam permainan tentunya akan mengasyikkan bagi anak. Dan permainan ini bisa mulai dari permainan berkelompok, permainan mengasah kemampuan motorik, hingga mengenalkan permainan tradisional. Lalu, bagaimana cara meningkatkan minat baca saat anak-anak sudah rajin datang bermain di taman baca? Idealnya, tiap permainan diberikan trik, dimodifikasi, atau sisipan pesan agar anak terangsang untuk membaca. Atau, permainannya memang khusus dirancang seputar buku dan bacaan. Hal ini seringkali bukan hal yang mudah, tetapi sangat wajar dan perlu dipikirkan jika anda tetap ingin mensukseskan misi meningkatkan minat baca anak.

– Melakukan pengenalan budaya. Pengenalan budaya, musik, tarian, adalah hal yang sangat menarik dan luhur. Hanya saja, anda perlu menyadari bahwa ini akan menjadi misi lain dari taman baca anda (artinya, anda masih perlu memiliki aktivitas lain untuk itu), atau anda perlu secara cerdik menyisipkan pesan agar pengenalan budaya ini berbarengan dengan peningkatan minat baca. Sebagai contoh, sebuah taman baca akhirnya menyediakan buku-buku tentang batik di dalam koleksinya. Atau taman baca lain pernah memburu buku-buku tentang tarian dan falsafahnya, di mana anak dirangsang untuk tetap membaca sesuai dengan minatnya atas budaya.

– Menjadi PAUD. Cukup banyak taman baca yang bertransformasi menjadi PAUD – hanya saja, pendidikan anak usia dini sebetulnya tidak selalu memfokuskan diri pada peningkatan minat baca. Sekian banyak taman baca akhirnya menyatakan bahwa buku-buku yang dimilikinya sudah lagi tidak terpakai setelah taman baca tersebut menjadi PAUD. Walaupun demikian, ada pula kisah sukses beberapa taman baca yang selain PAUD tetap memiliki taman baca yang disediakan untuk anak-anak di usia yang lebih lanjut.

– Menonton film bersama. Menonton film, alangkah senangnya. Tapi bagaimana membuat anak-anak dan masyarakat yang gemar menonton (bahkan di daerah yang sudah kecanduan TV) menjadi tergerak untuk membaca? Siapkanlah buku-buku yang relevan dan menarik di keseluruhan film atau sebagian adegan yang membangkitkan keingintahuan penonton. Untuk itu, anda perlu melakukan riset terlebih dahulu atas film tersebut, dan menyiapkan koleksi bahan bacaan yang dapat langsung diakses penonton setelah acara selesai.

– Menyajikan dongeng dan membacakan buku. Begitu banyak yang mengkaitkan dongeng dengan taman baca. Namun, ada beberapa kasus di mana anak-anak taman baca justru menunggu untuk didongengkan, dan enggan untuk membaca sendiri. Beberapa praktisi dongeng di 1001buku memiliki tips dan trik agar anda tidak terjebak ke arah itu. Sisipkan promosi buku-buku yang terkait di sela-sela dongeng anda, atau perkenalkan tokoh, tempat, atau fakta menarik yang dapat dibaca di beberapa buku yang tersedia di taman baca anda.

– Memberikan pelajaran tambahan. Sebagian besar masyarakat kita mengkaitkan buku dengan pelajaran. Sehingga pada saat sebuah taman baca  memberikan pelajaran tambahan, maka dirasa telah meningkatkan minat baca anak. Padahal, menurut penelitian, bahkan lebih dari 65 persen siswa SMA tidak pernah membaca buku lagi setelah dia lulus SMA. Artinya, kebanyakan masih merasa membaca adalah beban untuk belajar, bukan ketertarikan. Tanyakan anak-anak taman baca anda, buku apa yang dia baca selain buku pelajaran. Buku apa yang dia gemari. Luangkan waktu untuk merangsang anak mengetahui, menggemari buku-buku selain buku pelajaran. Wawasannya jelas akan bertambah.

– Mengajarkan ketrampilan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Cukup banyak taman baca masyarakat yang akhirnya menjadi pusat pembekalan ketrampilan bagi masyarakat. Masyarakat mendapatkan pengetahuan secara rutin bagaimana memproduksi kerajinan, yang pada akhirnya memberikan faedah secara ekonomi. Walaupun hal ini sangat produktif, tetapi kembali lagi misi peningkatkan minat baca bisa jadi terabaikan. Perkaya koleksi taman baca anda dengan koleksi buku-buku ketrampilan yang diajarkan, pengetahuan pengeloaan bisnis yang diperlukan, dan buku-buku motivasi serta ide-ide pengembangan kapasitas lain.

Hal yang hampir selalu ditemukan adalah tidak adanya tolak ukur keberhasilan yang jelas atas keberhasilan peningkatan minat baca di taman baca. Mungkin anda perlu merancang sebuah kuesioner yang bisa mengevaluasi keberhasilan anda, dan mengukurnya secara berkala. Berapa banyak masyarakat yang tadinya tidak mau membaca menjadi gemar membaca? Berapa buku yang dibaca dalam setahun? Berapa besar ketertarikan mereka atas koleksi buku anda? Seberapa besar aktivitas anda berhasil meningkatkan minat baca, atau sekedar membuat taman baca ramai tanpa ada keterkaitan dengan misi utama anda?

1001buku berisikan ratusan pengelola taman baca yang mengalami kesuksesan dan kegagalan, dengan perspektif yang berbeda. Mari secara aktif mendiskusikannya melalui infrastruktur yang disediakan (Mailing list 1001buku dan Facebook Group 1001buku) serta event-event yang diselenggarakan secara berkala oleh 1001buku. Dengan berjejaring, mari kita saling memperkuat dan mendukung.